Jumat, 29 Juni 2012

Di Mana Kedamaian dan Kebahagiaan?

Pernah Anda merasa terpuruk? Atau ingin mati? sudah tidak sanggup dengan segala yang Anda hadapi?^_^
Pernah Anda merasa kalo bahagia bisa tercapai dengan terpenuhinya kebutuhan ekonomi? Mungkin banyak orang yang pernah berfikir seperti itu. tapi itu tidak akan pernah terjadi kalo Anda dekat dengan Tuhan. Keterpurukan terjadi karna Anda sudah mulai jauh dari Tuhan. Ini hasil pemikiranku untuk hari ini. Saya pernah merasakan bahagia (suatu kedamaian dalam hati) dan bahagia (hanya sekedar bahagia tanpa kedamaian). Dengan menyadari kadar iman yang naik turun, saya pernah merasa di puncak, bahkan pernah merasa jauh di dasar jurang keterpurukan. Hari ini saat aku sangat begitu terpuruk saya mulai berfikir tentang kedamaian yang dulu pernah saya dapatkan, mendadak saya ingin mendapatkan hati itu kembali, hati yang sangat damai, tentram dan bahagia. Sejenak aku mengingat kembali ke masa itu, saat semua terasa damai. Ada apa sebenarnya pada saat itu?Apa yang saya lakukan hingga aku mendapatkan kedamaian yang luar biasa. Ternyata aku lebih ingat dengan akhirat, lebih dekat dengan Tuhan, dan lebih rendah hati, lebih suka mengalah, lebih memberikan kebebasan, lebih berfikir positif, ingat Tuhan dalam setiap gerakan, ternyata itu yang membuatku bahagia. Dalam kata 'mengalah', diam saat mendengar kalimat orang mencibir saya, dan memilih berfikir positif. Saat di perlakukan seperti itu memang sakit, tapi tak ada rasa sakit yang luar biasa ketika Tuhan ada di hati kita, Dia akan senantiasa menghapuskan rasa sakit itu dan menggantikan dengan rasa syahdu dan kedamaian dalam merindukanNya. Kita seperti orang yang sedang dimabuk cinta, dan itu lebih dari apapun yang ada di dunia ini, dan kedamaian itu ada saat kita memandang segala apa yang ada di dunia ini adalah fana, Dialah yang kekal. Ini adalah suatu perjalanan di mana kita sedang berteduh untuk segera melanjutkan perlanan lagi ke alam kubur, kemudian ke alam akhirat. Keyakinan yang kuat tentang hari akhir dan kampung akhiratlah yang membuat hati kita menjadi damai, akan ada Tuhan di hati kita. Dan aku ingin membuang jauh2 pemikiran yang nmenghinggapi kehidupan saya akhir2 ini. Meskipun sekarang secara kasat mata seharusnya saya bisa lebih bahagia daripada dulu, ternyata tidak. Saya malah terpuruk. Saya telah berjalan jauh dari Tuhan dan itu membuatq gelisah dan tidak bisa mengontrol hati, ujung-ujunganya rasa ingin melampiaskan kegelisahan dengan amarah, dengan segala kebencian, padahal aku tidak pernah mendapatkan sesuatu dari kemarahan tersebut. Hanya perasaan yang tak menentu yang aku dapatkan. Semakin aku menuruti nafsu amarah aku semakin terpuruk. Aku semakin jauh dariNya. Dan ini titik balik dari semuanya. Aku sadar ya Allah hanya Engkau yang memberikan ketentraman tak ternilai, hanya merinduMu yang menbuat hatiku syahdu, hanya dengan berdua denganMu yang menyehatkan jiwaq. Aku mohon ampun atas segala keterpurukan hamba selama ini. Akan ku cari hatiku yang selalu merinduMu. T_T

Jumat, 16 Maret 2012

Pernikahan Itu Membuka Tabir Rahasia

pernikahan itu…
membuka tabir rahasia, bahwa isteri yang kita nikahi…
tidaklah secantik Zulaikha… tidaklah selembut Aisyah,
tidaklah setakwa Maryam… tidak pula setabah Fathimah,
apalagi semulia Khadijah…
akan tetapi dia hanyalah perempuan akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang wanita yang shalihah…
ia adalah wanita yang tidaklah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia menemaninya saat senang maupun susah…
pernikahan itu… mengajarkan kita kewajiban bersama…
jika isteri menjadi tanah, kitalah langit penaungnya
jika isteri ladang tanaman, kitalah pagar penjaganya
jika isteri adalah murid, kitalah pembimbingnya
jika isteri bagaikan anak kecil, kitalah tempat bermanjanya
saat isteri menjadi madu, teguklah sepuasnya
seketika isteri menjadi racun, kitalah penawar bisanya
seandainya isteri tulang yang bengkok, maka lemah lembutlah saat meluruskannya …
pernikahan menyadarkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam menggapai ridhaNya…
pernikahan itu…
menyingkap tabir rahasia, bahwa suami yang kita nikahi…
tidaklah setampan Yusuf… tidaklah segagah Musa,
tidaklah setaat Ibrahim… tidak pula setabah Ayyub,
apalagi semulia Muhammad…
akan tetapi dia hanyalah laki-laki akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang pria yang shalih…
ia adalah pria yang tiadalah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia di sampingnya saat senang maupun susah…
pernikahan itu… mengajarkan kita tanggung jawab bersama…
jika suami menjadi rumah, kitalah penghuninya
jika suami nahkoda kapal, kitalah pembaca petanya
jika suami bagai anak kecil yang nakal, kitalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kitalah penawar racunnya
seandainya suami sedang marah, maka bersabarlah saat memperingatkannya…
pernikahan menginsyafkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam mencari ridhaNya…
pernikahan itu… bagaikan sebuah bahtera…
bahtera yang bersandar di pelabuhan itu memang aman dan nyaman, namun bukanlah itu tujuan dibuatnya bahtera… begitu pula bahtera rumah tangga, akan selalu ada terpaan gelombang yang menerjang, pun badai cobaan yang menghadang… kadang kecemburuan, kadang perselisihan, kadang fitnah, kadang perdebatan, kadang saling mendiamkan, kadang menipisnya kepercayaan, atau kadang tak sejalan… adalah hal yang lumrah dalam rumah tangga pernikahan… maka kesabaran, kerendah hatian, kelemah lembutan, berlapang dada, saling memahami dan saling memaafkan, adalah kunci utama tuk menjaga ikatan suci pernikahan…
pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya bukan pada…
menggunungnya harta yang kita kumpulkan, atau kelapangan hidup yang selalu kita dapatkan… apabila ternyata semua itu hanyalah cobaan, atas segala kelalaian kita akan kampung halaman abadi yang Dia janjikan… bila semua itu menjadikan kita hamba ketenaran, yang berlomba dalam kemewahan, tak peduli lagi mana halal mana haram, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling mengingkari, suami isteri yang di dunia dulu seperti putri dan pangeran, kini mereka bermusuhan dan saling menyalahkan… sebab mereka dahulu tidak saling melarang dalam keburukan… dan adakah kerugian yang lebih perih bila sampai kita digiring ke dalam neraka yang dinyalakan…
pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya ada pada…
barakahnya rezeki yang kita kumpulkan, serta diberikanNya kita petunjuk dalam keimanan, ketakwaan, dan ketaatan, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling dipertemukan, karena seorang kekasih akan bersama lagi dengan yang dikasihinya, seorang isteri akan kembali bersama suami yang dicintainya… sebab mereka dahulu saling bersabar dalam melakukan kebaikan… dan adakah keuntungan yang lebih indah dari diucapkannya salam yang iringi kita bersama orang-orang yang kita cintai tuk masuk ke dalam syurga abadiNya yang ditinggikan…
pernikahan itu… bukanlah sebuah pertemuan…
antara malaikat dan bidadari…
melainkan pertemuan antara seorang adam dan seorang hawa…
yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,
oleh karena itulah mereka saling melengkapi…
maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang isteri
karena justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kekurangan diri…
ternyata kita bukan Rasulullah yang begitu adil dan bijaksana,
ternyata kita bukan pula Ali yang begitu berkasih sayang pada keluarga…
maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang suami
sebab justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kelemahan diri…
ternyata kita bukan Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga,
ternyata kita bukan pula Fathimah yang begitu setia dalam sengsara…
mengapa kita terlalu mendamba isteri sehebat Khadijah, andai diri tak semulia Rasulullah…
mengapa kita terlalu mencari isteri secantik Bilqis, andai diri tak sehebat Sulaiman…
mengapa kita terlalu mengharap suami setampan Yusuf, andai kasih tak setulus Zulaikha…
mengapa kita terlalu mencari suami seteguh Ibrahim, andai diri tak setabah Hajar dan Sarah…
kita ini hanyalah lelaki dan perempuan akhir zaman, yang ingin saling memperbaiki diri tuk belajar menjadi pria dan wanita yang shalih dan shalihah… dan bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah…

sumber: www.noveloke.com

Selasa, 14 Februari 2012

Buah dan Sayur Untuk Mempercepat Diet Anda

Bagai mana hal tersebut bisa terjadi? berikut ini penjelasanya, Beberapa buah dan sayur adalah makanan ‘berkalori negatif’, yang berarti memiliki kalori lebih rendah dari yang dibutuhkan tubuh untuk pencernaan. Ketika makanan berkalori negatif bertemu dengan makanan kolestrol/berlemak, maka makanan ini dapat membakar beberapa lemak berlebih dan membantu mencegah kenaikan berat badan.
1. Apel
Ternyata dengan mengkonsumsi 1 buah apel sehari dapat membantu kita menjauhkan lemak dari tubuh. Apel mengandung banyak vitamin C, yang mencairkan lemak dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan dari tubuh.
Apel juga memiliki pektin, yaitu karbohidrat kompleks yang membatasi jumlah lemak yang diserap ke dalam sel. Pektin bahkan membantu penyerapan air, yang juga membantu membuang lemak daru tubuh.
2. Asparagus
Asparagus mengandung bahan kimia asparagine yang dapat membantu memecah lemak, merangsang ginjal, serta meningkatkan proses peredaran darah keseluruhan. Asparagus juga menghancurkan asam oksalat yang mengikat lemak ke sel, sehingga lemak yang akan dibuang dari sistem sebelum punya kesempatan untuk disimpan dalam tubuh.
3. Brokoli
kandungan pada Brokoli adalah vitamin dan nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin A, asam folat dan kalsium yang  bisa dikatakan tingkat tinggi. Kandungan serat brokoli memaksa tubuh mengeluarkan lebih banyak energi selama proses pencernaan, sehingga sangat efektif membakar lemak. Ditambah lagi dengan kandungan antioksidan yang efektif melawan penyakit.
4. Wortel
Seperti yang kita ketahui wortel mengandung karoten yang merupakan bentuk vitamin A. Karoten menyebabkan reaksi pembilasan lemak dalam tubuh. Setelah masuk usus, karoten juga berubah menjadi vitamin A, membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih banyak kalori.
5. Jeruk
Dikarenakan mengandung vitamin C yang cukup tinggi, jeruk menjadi pembakaran lemak yang potensial. Jeruk juga mengandung pulp dan serat, yang mengharuskan tubuh untuk menghabiskan lebih banyak energi pada pencernaan. Akibatnya, lebih banyak kalori terbakar, mengakibatkan pengurangan lemak.

Asparagus Atasi Insomnia

Anda mengenal Asparagus?
Asparagus, sejenis tanaman liar yang tingginya sekitar 3 meter dan berada di semak berumpun di hutan. Kini, Asparagus dikenal sebagai salah satu sayuran yang memiliki harga relatif mahal. Asparagus ternyata memiliki berbagai manfaat untuk tubuh.
Mulai dari kandungan vitamin K, C, dan A yang dibutuhkan tubuh setiap hari, hingga kandungan asam folat yang menjadi penting saat kehamilan dalam mematangkan sel darah merah dan sintesis DNA sebagai asupan pendukung tumbuh kembang janin. Selain itu sayuran inipun merupakan sayuran rendah kalori dan berserat tinggi sehingga menjadi favorit banyak orang dalam melakukan ritual diet.
Namun manfaat asparagus tidak terhenti dalam kekayaan nutrisinya semata. Bahkan menurut berbagai penelitian, asparagus terbukti sebagai sayuran yang dapat meningkatkan kesuburan pria, mampu mengikat zat karsinogen penyebab kanker, mampu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu melepaskan deposit lemak yang menempel dalam dinding pembuluh darah.
Sehingga tidak jarang para dokter menganjurkan asparagus sebagai salah satu menu asupan para penderita diabetes, penderita eksim, penderita gangguan ginjal dan juga penderita gangguan prostat.
Bahkan penelitian terakhir menemukan bahwa asparagus mengandung triptofan, asam amino penghasil serotonin yang merupakan hormon pembantu dalam mengendurkan syaraf pusat otak sehingga memberikan sifat menenangkan, rasa nyaman dan kantuk.
Hal inilah yang kemudian menjadikan asparagus sebagai obat alami yang dibutuhkan para penderita insomnia dalam membantu mereka tertidur lelap. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi kebiasaan menenggak pil ataupun obat tidur yang seringkali lebih memberikan efek samping negatif hingga ketergantungan pada penderita

Jumat, 27 Januari 2012

Kecantikan Seorang Wanita Itu bernama Pengabdian

Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...

Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, maka kehidupan "normalnya" akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping. Namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas.

Pernahkah kita melihat seorang istri yang menyuguhkan wajah kurang sopan setelah mengetahui hal yang dilakukannya kurang mendapat penghargaan dari suami?. Ternyata disinilah cara cantik Allah dalam mengajarkan indahnya keikhlasan kepada para wanita. Keikhlasan dalam pengabdian. Dan hasil akhirnya tergantung para istri itu sendiri, tetap bersabar, ikhlas dan tawakkal, ataukah memilih jalan emosi dan perasaannya saja. Namun, satu hal yang pasti, Allah adalah yang maha membalas atas pilihan hidup yang kita jalankan.

Subhanallah, pernahkah kita berpikir betapa indah cara mendidik Allah yang tetuang dalam sebuah pengabdian kepada para suami kita?. Tidak bisa kita pungkiri bahwa para laki laki, adalah pemimpin para wanita. Namun, walaupun beliaunya adalah seorang pemimpin, mereka tetaplah manusia biasa. Para suami bukanlah seorang tanpa cela, adakalanya pula mereka berbuat kesalahan yang sama dengan yang dilakukan para istri. Bukankah tiada yang sempurna kecuali Allah subhana wata'ala. Jika sebuah kekurangan dalam diri suami tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.

Ketika suami yang melihat ketekunan istrinya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi, tentu saja akan semakin menghangat hatinya, dan keinginan untuk menjadi lebih baik dalam segala halpun InsyaAllah akan semakin menguat. Dan, yang terindah dari semua itu, sang istri akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah Penguasa Alam Semesta dan di hadapan segenap makhlukNya.

Ternyata memanglah benar, mengabdi bukan berarti membungkam kekuatan wanita. Lewat sikap ini, wanita menunjukkan bahwa dia bukan hanya mahluk yang memiliki kelembutan hati dan tutur serta sikap santun, akan kekuatan tersembunyi yang luar biasa.

Pahit getir kehidupan serta kepedihan seringkali dihadapi istri dalam mendampingi suami. Tidak jarang pula cobaan-cobaan tersebut terkadang serasa di luar batas kesanggupannya sebagai individu untuk menghadapinya, namun ketika pengabdian sudah terpatri dalam hati, maka siapapun akan terperangah, bagaimana mahluk yang kita pandang lemah lembut dan ringkih, wanita, bisa menghadapi semua itu.

Dalam pengabdian, juga terkandung makna menutupi aib dan atau kekurangan pasangan kita.Susah memang untuk tetap tersenyum menghadapi kenyataan yang mungkin bahkan jika kekurangan suami kita telah diketahui begitu banyak manusia di luar sana.

Memanglah tidak semudah mengatakan untuk selalu tersenyum sambil menceritakan kebaikan-kebaikan suami kita sedangkan disisi lain kitapun mengetahui segala keburukannya. Namun sekali lagi, jika hal tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.

Bukan main ternyata akhlak yang dimiliki wanita yang benar-benar mengabdi pada suami mereka atas dasar beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala.(Syahidah)

Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA
sumber: kisah strawberry