Pernah Anda merasa terpuruk? Atau ingin mati? sudah tidak sanggup dengan segala yang Anda hadapi?^_^
Pernah
Anda merasa kalo bahagia bisa tercapai dengan terpenuhinya kebutuhan
ekonomi? Mungkin banyak orang yang pernah berfikir seperti itu. tapi itu
tidak akan pernah terjadi kalo Anda dekat dengan Tuhan. Keterpurukan
terjadi karna Anda sudah mulai jauh dari Tuhan. Ini hasil pemikiranku
untuk hari ini. Saya pernah merasakan bahagia (suatu kedamaian dalam
hati) dan bahagia (hanya sekedar bahagia tanpa kedamaian). Dengan
menyadari kadar iman yang naik turun, saya pernah merasa di puncak,
bahkan pernah merasa jauh di dasar jurang keterpurukan. Hari ini saat
aku sangat begitu terpuruk saya mulai berfikir tentang kedamaian yang
dulu pernah saya dapatkan, mendadak saya ingin mendapatkan hati itu
kembali, hati yang sangat damai, tentram dan bahagia. Sejenak aku
mengingat kembali ke masa itu, saat semua terasa damai. Ada apa
sebenarnya pada saat itu?Apa yang saya lakukan hingga aku mendapatkan
kedamaian yang luar biasa. Ternyata aku lebih ingat dengan akhirat,
lebih dekat dengan Tuhan, dan lebih rendah hati, lebih suka mengalah,
lebih memberikan kebebasan, lebih berfikir positif, ingat Tuhan dalam
setiap gerakan, ternyata itu yang membuatku bahagia. Dalam kata
'mengalah', diam saat mendengar kalimat orang mencibir saya, dan memilih
berfikir positif. Saat di perlakukan seperti itu memang sakit, tapi tak
ada rasa sakit yang luar biasa ketika Tuhan ada di hati kita, Dia akan
senantiasa menghapuskan rasa sakit itu dan menggantikan dengan rasa
syahdu dan kedamaian dalam merindukanNya. Kita seperti orang yang sedang
dimabuk cinta, dan itu lebih dari apapun yang ada di dunia ini, dan
kedamaian itu ada saat kita memandang segala apa yang ada di dunia ini
adalah fana, Dialah yang kekal. Ini adalah suatu perjalanan di mana kita
sedang berteduh untuk segera melanjutkan perlanan lagi ke alam kubur,
kemudian ke alam akhirat. Keyakinan yang kuat tentang hari akhir dan
kampung akhiratlah yang membuat hati kita menjadi damai, akan ada Tuhan
di hati kita. Dan aku ingin membuang jauh2 pemikiran yang nmenghinggapi
kehidupan saya akhir2 ini. Meskipun sekarang secara kasat mata
seharusnya saya bisa lebih bahagia daripada dulu, ternyata tidak. Saya
malah terpuruk. Saya telah berjalan jauh dari Tuhan dan itu membuatq
gelisah dan tidak bisa mengontrol hati, ujung-ujunganya rasa ingin
melampiaskan kegelisahan dengan amarah, dengan segala kebencian, padahal
aku tidak pernah mendapatkan sesuatu dari kemarahan tersebut. Hanya
perasaan yang tak menentu yang aku dapatkan. Semakin aku menuruti nafsu
amarah aku semakin terpuruk. Aku semakin jauh dariNya. Dan ini titik
balik dari semuanya. Aku sadar ya Allah hanya Engkau yang memberikan
ketentraman tak ternilai, hanya merinduMu yang menbuat hatiku syahdu,
hanya dengan berdua denganMu yang menyehatkan jiwaq. Aku mohon ampun
atas segala keterpurukan hamba selama ini. Akan ku cari hatiku yang
selalu merinduMu. T_T

Tidak ada komentar:
Posting Komentar