Kamis, 21 Juli 2011

Satu Rupiahmu Akan Berbicara


Tiap hari melihat berita isinya suap-menyuap, korupsi, perampokan, penipuan, ihhhh ngeri dech. Ngeri lihat kasus2 di negara ini yang semakin banyak kasus korupsi di kalangan pejabat. Rasanya semua penuh manipulasi demi pangkat, kedudukan dan materi. Kurang tegasnya hukum di negara ini juga mungkin jadi salah satu faktor makin maraknya kasus korupsi. Yah...yang korupsi kan biasanya orang yang punya jabatan, dan perlakuan hukum pun seperti pisau, tajam di bawah namun tumpul di atas. Inilah yang membuat mereka tidak kapok melakukan korupsi di dunia. Andai saja hukum bisa lebih tegas dalam memberikan hukuman tentunya mereka yang melakukan tindakan korupsi akan jera dan yang berniat melakukannya akan mengurungkan niatnya.

Sungguh ironis negara ini, padahal korupsi adalah sebuah pencurian.Mencuri ialah mengambil barang orang lain secara sembunyi-sembunyi tanpa diberi kepercayaan untuk menjaga barang tersebut (Ibnu Rusyd, 1990: III, 647). Apapun yang diambil, berapapun jumlahnya, bagaimana dan untuk tujuan apapun pelaksanannya, secara individu maupun kelompok, milik pribadi atau lembaga, selama pengambilannya tanpa kesepakatan pemilik harta, ia dihukumi pencurian dan harta yang didapat menjadi haram.

Dalam hal pencurian, Islam mewajibkan potong tangan bagi pelakunya. Namun, hukuman tersebut hanya berlaku di negara-negara Islam. Praktik pencurian di Indonesia dihukum penjara sekaligus denda seberat-beratnya karena Indonesia negara yang multi agama. Kendati demikian, dalam proses peradilannya masih terkesan diskriminatif, antara pencuri seekor ayam yang harus dipenjara beberapa bulan dalam sel yang pengap dimana sekujur tubuhnya sudah babak belur akibat dipukuli massa, dibanding pencuri uang ratusan juta yang cukup melapor 1 x 24 jam saja. Rasulullah saw. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah:

“Allah melaknat pencuri. Ia mencuri telur, lalu dipotong tangannya. Dan ia mencuri tali, lalu dipotong tanggannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa mereka tidak berfikir akan ada kehidupan akhirat? 1 rupiahmu akan dipertanggungjawabkan suatu saat nanti dan itu akan memperpanjang waktu hisabmu, bagaimana jika 1 rupiah hasil uang haram dihadiahi dengan satu pukulan palu atau sengatan bara api neraka??itu pun baru 1 rupiah, jadi nilai seratus rupiah uang haram akan di hadiahi 100 pukulan palu/ sengatan bara api neraka....ihhh ngeri dech(wallahu a'lam)..."apa mereka tidak berfikir?"

Tiggal Selangkah, Ramadhan Tak Ku Gapai




Pagi2 ketika mau berangkat ke kantor dikejutkan dengan kabar duka dari Semarang, setelah beberapa bulan sebelumnya nenekq dipanggil kehadapan yang Maha Kuasa sekarang giliran kakekq yang dipanggil kehadiratNya. Sedih juga rasanya tak bisa pulang k smg untuk sekedar melihatnya untuk yang terakhir kalinya, seketika tersirat wajahnya di benakq, keseharian selama hidupnya, langkah rapuh dengan tongkat kayunya ketika berjalan ke rumahku. Sesak sekali mengenang semuanya. hanya kalimat innalillahi wa innailaihi raji'un, merelakan kepergiannya.

Memang ajal tak dapat di tebak datangnya, ramadhan tinggal menghitung hari, jika ajal bisa diundur mungkin aku ingin meminta undurkan waktunya barang 1 1/2 bulan biar bisa dia menjemput bulan ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, serta idul fitri yang penuh kesucian. Mungkin idul fitri kali ini sangat terasa ada yang hilang, 2 sekaligus kakek dan nenekq, sangat terasa sekali, tangan keriputnya yang selalu ku cium saat idul fitri dan selalu mendoakanq besok tak lagi ku jumpai.

Bagaimana jika ini terjadi padaq?? sudah benarkah keseharianq?? dapatkah aq menghindar dari maut?? sudah cukupkah amalq?? atau malah berat timbangan dosaq?? bagaimana jika aku menghadapNya dengan timbangan dosa lebih berat dibanding timbangan amal?? lalu apa yang bisa aq lakukan ketika semua hasil perbuatanq di dunia ditayangkan di sana?? dengan apa aq bisa menegakkan kepalaq di hadapanNya?? malu...hanya rasa malu jika banyak perbuatan dosa yang aq lakukan dengan melihat begitu tak terhingga nikmat yang Dia berikan atas hidupq.

Hari perhitungan dan pembalasan pasti ada, dan ajal tak bisa ditebak kapan datangnya, bisakah setahun kita tidak berbuat dosa??pasti tidak bisa, bisakah sebulan kita tidak berbuat dosa??saya pikir tidak bisa, bisakah seminggu tak berbuat dosa??mungkin tidak bisa, bisakah sehari tak berbuat dosa?? (*tak yakin, lalu bagaimana dengan 1 jam tak berbuat dosa?? (*hanya terdiam, jika satu menit saja tak berbuat dosa?? iya aq bisa tak melakukan dosa dalam waktu 1 menit. Mulai belajar dan terus mengamati setiap perbuatan setiap menit untuk tidak melakukan dosa hingga 1 jam, hingga 1 hari, hingga 1 minggu, hingga 1 bulan, sampai 1 tahun dalam setiap menitnya.karna dosa bertumpuk dari setiap menitnya, sekarang pantau perbuatan kita setiap menitnya untuk tidak melakukan dosa.